OPERASI ALAT

PERHITUNGAN TAKSIRAN PRODUKSI ALAT-ALAT BERAT

Jenis peralatan untuk pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis ada berbagai macam. Baik ditinjau dari segi kelas horse powernya, fungsi dan kegunaan serta manfaat khusus. Oleh karena itu cara perhitungan taksiran produktivitas alatpun beraneka ragam
Text Box: 				    Produksi per Trip  x  Jumlah  Produksi Per Satuan Waktu     =   Trip Persatuan Waktu  x          Faktor Koreksi
tergantung fungsi kegunaan alat tersebut. Walaupun demikian pada dasarnya adalah sama, yaitu  :

Dengan diketahuinya kapasitas produksi peralatan, berarti jumlah peralatan yang digunakan akan diketahui juga. Untuk mendapatkan nilai yang sesuai dengan hasil yang nyata di lapangan, maka dalam perhitungan secara teoritis harus dimasukkan faktor koreksi yang diperkenankan dan layak diterapkan sesuai dengan  kondisi yang ada.

1.  KAPASITAS PRODUKSI BULLDOZER

Kapasitas bulldozer dapat ditentukan dengan ukuran dari beban yang didorong oleh blade. Apabila bulldozer digunakan untuk menggusur beban (misalnya tanah, pasir dan sebagainya) dalam saluran atau parit dengan tinggi yang sama dengan bladenya, maka blade tersebut akan terisi penuh menurut panjang dan tingginya.
Walaupun bentuk dari tanah yang didorong dibagian depan mempunyai kemiringan yang tidak teratur, tetapi dapat diperkirakan ekuvalen dengan kemiringan 2 : 1. Tetapi bila menggusur material tidak di dalam saluran atau parit, kapasitas blade akan menurun. Angka penurunan ini tergantung dari jenis blade, jenis material dan faktor kekerasannya.

 

 

Kapasitas Produksi Bulldozer (Dozing) :

m3 /jam

  



           

 

Keterangan :
KPD   = Produksi Dozing                       (m3/jam)
KB  =    Kapasitas Blade                       (m3)
FK  =    Faktor Koreksi
J      =  Jarak Dorong                           (meter)
F     =   Kecepatan Maju                       (meter/menit)
R     =   Kecepatan Mundur                   (meter/menit)
Z     =   Waktu Tetap                                       (menit)

Kapasitas blade umumnya sudah dicantumkan oleh pabrik pembuat alat dalam “Komatsu spesifikasi dan aplikasi hand book”, contoh sbb :

Bisa juga dilihat di brosur-brosur teknis, contoh sbb :

atau dapat pula dihitung, berdasarkan standar SAE J1265, cara menentukan kapasitas blade adalah sebagai berikut :
Untuk jenis straight dan single blade = 0.80 x LH2
                                                                               

 

Keterangan :          L   =  Panjang blade      (meter)
H  =  Tinggi blade        (meter)

Waktu tetap (Z) tergantung daripada jenis transmisi dan jumlah tangkai transmisi. Untuk produk Komatsu dapat dilihat pada tabel berikut  :


JENIS TRANSMISSI

Z (menit)

Direct drive

  • Single lever
  • Double lever

Torque flow

 

0,10
0,20
0,05

 

Contoh Kasus :
Hitunglah kapasitas produksi bulldozer D85ESS–2 dengan data sebagai berikut :
Kapasitas blade = 3,4 m3 (Angle Blade dozer), dengan faktor blade = 0,90
Jarak Dorong = 30 meter dengan kec. maju = 6,8 km/jam, kec. mundur = 8,6 km/jam
Faktor Koreksi = 0,63 yang terdiri dari :
-     Faktor kesiapan mesin                   = 0.90        

  • Faktor efisiensi waktu                   = 0,83
  • Faktor ketrampilan operator         = 0,85

Selain faktor koreksi di atas, kecepatan kerja juga harus dikoreksi, karena transmisi jenis torqflow, kecepatan kerja selalu berubah sesuai beban kerja yang diterima. Oleh karena itu umumnya dalam kalkulasi teoritis kecepatan kerja dikoreksi seperti berikut :

  • Kecepatan maju dikoreksi 75%
  • Kecepatan mundur dikoreksi 85%

Jawab :
(3,4 x 0,9) x 60 x 0,63
            KPD =                                                   m3/jam
30/113,3 + 30/143,3 + 0,05
KPD =   220.68  m3/jam

Kapasitas Produksi Bulldozer (Ripping) :

Untuk estimasi / taksiran produksi hasil ripping, disarankan mendapatkan hasil test seismic wave velocity sebab produktivitas ripping sangat dipengaruhi oleh jenis ripper maupun tipe alatnya. Setelah mendapatkan hasil test seismic wave velocity, bisa dibaca di “Komatsu spesifikasi dan aplikasi hand book” sehingga produksi ripping dapat di estimasikan. Tetapi jika test seismic wave velocity belum dilakukan, maka perhitungan taksiran produksi dibawah ini bisa digunakan lebih dahulu. Cara menghitung taksiran produksi ripping oleh bulldozer bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  • Multi Shank Ripper
  • Giant Ripper

Taksiran Produksi Ripping dengan Multi Shank Ripper.

 m3/jam

 
 

 

Keterangan  :
KPR      =   Taksiran Produksi Ripping               (m3/Jam)
LK        =   Lebar Kerja                                     (meter)
P          =   Kedalaman Penetrasi                       (meter)
J          =   Jarak Ripping                                  (meter)
FK        =   Faktor Koreksi
F          =   Kecepatan Maju                              (meter/menit)
R          =   Kecepatan Mundur                          (meter/menit)
Z          =   Waktu Tetap                                  (menit)

 

 

 

 

Taksiran Produksi Ripping dengan Giant Ripper.

 m3/jam

  


 


Keterangan  :
KPR      =   Taksiran Produksi Ripping               (m3/Jam)
P          =   Kedalaman Penetrasi                       (meter)
J          =   Jarak Ripping                                  (meter)
FK        =   Faktor Koreksi
F          =   Kecepatan Maju                              (meter/menit)
R          =   Kecepatan Mundur                          (meter/menit)
Z          =   Waktu Tetap                                  (menit)

Contoh Kasus :
Sebuah bulldozer D375A-6 digunakan untuk pekerjaan ripping. Jarak ripping rata-rata 30 meter. Data teknis bulldozer dan ripping adalah :

  • Attachment yang digunakan adalah Giant ripper
  • Kedalaman Penetrasi                                              =  0,90 meter
  • Faktor kesiapan mesin                                            =  0.90
  • Faktor efisiensi waktu                                           =  0,83
  • Efisiensi ketrampilan operator                              =  0,85

Berapakah produktivitas ripping dari bulldozer tersebut ?

 m3/jam

 Jawab :

 

  • LK  = Lebar kerja =  P =  0,90 meter
  • P    = Kedalaman Penetrasi  =  0,90 meter
  • J    = Jarak Kerja  =  30 meter
  • F    = Kecepatan maju gigi 1 terkoreksi

= 0,75 x 3,80  =  2,85  km/jam  =  47,5  m/menit

  • R    = Kecepatan mundur gigi 1 terkoreksi

= 0,85 x 5,10  =  4,33  km/jam  =  72,17  m/menit

  • Z    = Waktu tetap  =  0,05 menit
  • FK  = Faktor koreksi total (efisiensi kerja) = 0,90 x 0,83 x 0,85 =  0,63

1/2 x 0,90 x 90 x30x 60 x 0,63
KPR      = 
30/47,5  +  30/72,17  +  0,05
=          417,27  m3/jam 

Kapasitas Produksi Gabungan Ripping – Dozing

 

Pada prakteknya pekerjaan ripping merupakan pekerjaan bantu terhadap dozing. Jadi setelah material itu di ripping pasti selanjutnya dilakukan dozing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ripping tidak berdiri sendiri melainkan selalu berpasangan dengan dozing. Untuk mengetahui taksiran produksi gabungan ripping – dozing, digunakan rumus sebagai berikut :

 

Dimana  :    KPD      =   Taksiran Produksi Dozing  (m3/jam)
KPR      =   Taksiran Produksi Ripping   (m3/jam)