Categories
Info Regulasi Badan Usaha

Peraturan Registrasi Jasa Pelaksana Konstruksi

Categories
Info Regulasi Badan Usaha

Info Registrasi Alat

Categories
Info Regulasi Badan Usaha Kegiatan APPAKSI

Pembiayaan

Leasing.

Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang
modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor.
Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tibatiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai.
Di Indonesia leasing baru dikenal melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan No.KEP-122/MK/IV/2/1974, No.32/M/SK/2/1974, dan No.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan usaha leasing. Sejalan dengan perkembangan waktu dan perekonomian Indonesia permasalahan yang melibatkan leasing semakin banyak dan kompleks. Mulai dari jenis leasing yang paling sederhana sampai yang rumit. Perbedaan jenis leasing menyebabkan perbedaan dalam pengungkapan laporan keuangan, perlakuan pajak dan akibatnya pada pajak penghasilan badan akhir tahun. Capital lease dan operating lease sama-sama dikenakan pajak pertambahan nilai, sedangkan untuk operating lease disamping dikenakan pajak pertambahan nilai juga dikenakan pemotongan pajak penghasilan pasal 23, hal ini karena diperlakukan sebagai sewa menyewa biasa. Biaya-biaya yang berkaitan dengan transaksi lease dianggap sebagai biaya usaha bagi pihak lessee.
Munculnya lembaga leasing merupakan alternatif yang menarik bagi para pengusaha karena saat ini mereka cenderung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional perusahaan. Melalui leasing mereka bisa memperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dengan jangka waktu pengembalian antara tiga tahun hingga lima tahun atau lebih. Disamping hal tersebut di atas para
pengusaha juga memperoleh keuntungan-keuntungan lainnya seperti kemudahan dalam pengurusan, dan adanya hak opsi.
Suatu keuntungan lain jika ditinjau dari laporan keuangan fiskal adalah transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Tetapi tidak begitu halnya jika ditinjau dari segi komersial.
Secara umum leasing artinya Equipment funding, yaitu pembiayaan peralatan/barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengertian leasing menurut surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia No. KEP- 122/MK/IV/2/1974, Nomor 32/M/SK/2/1974, dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 adalah: ”Setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang telah disepakati bersama”.
Equipment Leasing Association di London memberikan definisi leasing sebagai berikut: “Leasing adalah perjanjian antara lessor dan lessee untuk menyewa sesuatu atas barang modal tertentu yang dipilih/ditentukan oleh lessee. Hak pemilikan barang modal tersebut ada pada lessor sedangkan lessee hanya menggunakan barang modal tersebut berdasarkan pembayaran uang sewa yang telah ditentukan
dalam jangka waktu tertentu”.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka pada prinsipnya pengertian leasing terdiri dari beberapa elemen di bawah ini:
1. Pembiayaan perusahaan
2. Penyediaan barang-barang modal
3. Jangka waktu tertentu
4. Pembayaran secara berkala
5. Adanya hak pilih (option right)
6. Adanya nilai sisa yang disepakati bersama
7. Adanya pihak lessor
8. Adanya pihak lessee
Pembiayaan melalui leasing merupakan pembiayaan yang sangat sederhana dalam prosedur dan pelaksanaannya dan oleh karena itu leasing yang digunakan sebagai pembayaran alternatif tampak lebih menarik. Sebagai suatu alternatif sumber pembiayaan modal bagi perusahaan-perusahaan, maka leasing didukung oleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
1. Fleksibel, artinya struktur kontrak dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yaitu besarnya pembayaran atau periode lease dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisiperusahaan.
2. Tidak diperlukan jaminan, karena hak kepemilikan sah atas aktiva yang di lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu sendiri.
3. Capital saving, yaitu tidak menyediakan dana yang besar, maksimum hanya menyediakan down payment yang jumlahnya dalam kebiasaan lease tidak terlalu besar, jadi dalam hal ini bisa dikatakan menjadi suatu penghematan modal bagi lessee, yaitu lessee dapat menggunakan modal yang tersedia untuk keperluan lain. Karena leasing umumnya membiayai 100% barang modal yang dibutuhkan.
4. Cepat dalam pelayanan, artinya secara prosedur leasing lebih sederhana dan relatif lebih cepat dalam realisasi pembiayaan bila dibandingkan dengan kredit investasi bank, jadi tanpa prosedur yang rumit dan hal itu memberikan kemudahan bagi para pengusaha untuk memperoleh mesin-mesin dan peralatan yang mutakhir untuk memungkinkan dibukanya suatu bidang usaha produksi yang baru atau untuk memodernisasi perusahaan.
5. Pembayaran angsuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional, artinya pembayaran lease langsung dihitung sebagai biaya dalam penentuan laba rugi perusahaan, jadi pembayarannya dihitung dari pendapatan sebelum pajak, bukan dari laba yang terkena pajak.
6. Sebagai pelindung terhadap inflasi, artinya terhindar dari resiko penurunan nilai uang yang disebabkan oleh inflasi, yaitu lessee sampai kapan pun tetap membayar dengan satuan moneter yang lalu terhadap sisa kewajibannya.
7. Adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa lease.
8. Adanya kepastian hukum, artinya suatu perjanjian leasing tidak dapat dibatalkan dalam keadaan keuangan umum yang sangat sulit, sehingga dalam keadaan keuangan atau moneter yang sesulit apapun perjanjian leasing tetap berlaku.
9. Terkadang leasing merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan aktiva bagi suatu perusahaan, terutama perusahaan ekonomi lemah, untuk dapat memodernisasi pabriknya.

Categories
Info Regulasi Badan Usaha Kegiatan APPAKSI

program kerja

     Rencana Kerja APPAKSI  tahun 2020 – 2024
ABidang Organisasi dan Kelembagaan  
1.Mengajak rekanan perusahaan2 daerah yang  potensial untuk menjadi   anggota APPAKSI
2.Perpanjangan Kartu Tanda Anggota APPAKSI di buat di Pusat.
3.Kordinasi rutin BP dan Dewan Kehormatan secara rutin.
4.Mempromosikan APPAKSI keperusahaan2 pengelola Alat Konstruksi (Pemilik alat,Sub Kontraktor )untuk menjadi anggota 5.Memotivasi anggota yang kurang aktip agar dapat mengetahui acara2 Yang di selenggarakan da diajak mengikuti kegiatan2 tersebut.  
6.Iuran Keanggotaan di diadakan penagihan  secara baik.   7.Peningkatan Organisasi dan ke sekretariatan  
BBidang Hukum.
1.Menginventarisasikan / Mengkaji Undang2 / Peraturan yang        mempengaruhi usaha APPAKSI.                                                   
2. Memperjuangkan pembebasan Bea Balik Nama A 2 B dan
    Pajak Alat Berat (BBN KB dan PKB )        
3. Memperjuangkan kepada instansi terkait agar semua kontraktor asing  menggunakan A2 B milik anggota APPAKSI dan Registrasi Alat  
4 Berat Milik Kontraktor Asing Apabila masuk Indonesia dengan       perijinan  khusus.                
5. Adanya pedoman Standarisasi Kontrak yang aman untuk anggota APPAKSI.

CBidang Informasi bursa Alat     
1.Menghimpun informasi kepada anggota dan
   pengguna A2B yang hendak menjual / membeli Peralatan Berat / Alat    Konstruksi                            
2.Menghimpun informasi tentang:    
– Harga alat baru / bekas ( dalam/luar negeri )
           – Harga  komponen /sukucadang
           – Data workshop ,Agen / distributor.
           – Menyusun pedoman harga sewa alat secara  berkala.       3.Mengefektipkan Web Site “APPAKSI” dan Majalah Info Alat

D Tehnologi dan Peralatan       
1.
Memberikan informasi /pengetahuan tentang peralatan kepada anggota        
2. Membina hubungan dengan asosiasi yang terkait di dalam/luar     negeri,untuk  tukar menukar  pengalaman dan informasi tehnologi peralatan                      
3 Menyelenggarakan seminar2 yang berkaitan dengan tehnologi peningkatan produktivitas peralatan.                                              4.Hubungan baik dengan agen / distributor Alat  untuk info tehnologi yang terbaru.                                            
5.Meningkatkan profesionalisme bidang Manajemen pengelolaan alat berat/alat konstruksi.

EBidang Informasi Pasar /  Proyek ,  
1.Mendata kepemilikan alat yang di miliki oleh anggota APPAKSI dengan       menerapkan Registrasi Alat Berat. ( WEB SITE APPAKSI  ON LINE)                            
2.Menghimpun informasi tentang peluang pasar secara dini dan di      informasikan ke anggota.                                          
3.Memantau perkembangan iklim lingkungan usaha                      
FBidang Kelembagaan.  
1.Menggalang kerja sama dengan asosiasi lain   
– APBI. (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia)    
– IMA. (Indonesian Mining Association)    
– PAABI (Perhimpunan Agen Tunggal Alat2 Besar Ind)    
– ASPINDO (Asosiasi Pertambangan Indonesia)
– HINABI (dan pihak terkait dalam       menciptakan iklim usaha yang kondusif.                                               
2.Mengadakan kerja sama dengan  asosiasi sejenis yang berada di luar Negeri.          
GBidang Diklat / Sertifikasi    
1.Memperjuangkan Perubahan SBU Baru ke LPJK sesuai dengan Kompetensi APPAKSI                                          
2.Mengadakan kerjasama dengan pemerintah dan swasta dalam hal DIKLAT untuk: Tenaga Operator,Mekanik dan Pengawas.                                    
3.Menyelenggarakan DIKLAT untuk tenaga operator dan mekanik. 4.Menyiapkan Asosiasi Profesi (embrio) untuk membentuk LSP ( Lembaga Sertifikasi Profesi ) yang dapat menerbitkan SKA,dan SKTK  
HBidang Perkebunan dan Kehutanan   

1.Kontraktor Perkebunan yang padat alat
2.Menggali Info /  potensi Perkebunan di setiap Wilayah dan Peluang Usaha        untuk anggota APPAKSI  
IBidang Pertambangan.
1. Pendekatan kontraktor2 Tambang skala besar untuk masuk ke APPAKSI   
2. Kajian pola sertifikasi Peralatan Berat untuk Tambang yang di kelola Asing
3. Meng adobe System Sertifikasi Tenaga Ahli di Tambang untuk
pengembangan SDM Anggota APPAKSI.

JBidang Konstruksi   
1.Memelajari perolehan proyek secara online dengan memperoleh        Informasi pasar yang potensial           
2.Pembelajaran Metode  Kerja Konstruksi yang efisien ndukung Pricing.    
3.Standarisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk          Peralatan Anggota APPAKSI.
 4.Seminar2 dan Pelatihan terkait Manajemen Peralatan yang          menggunakan system modernisasi dengan aplikasi2 untuk Konstruksi                
GS 2020
Categories
Info Regulasi Badan Usaha

Pekerjaan Lain lain

Peraturan LPJK Nasional No. 10 Tahun 2013

  KODESUB- KLASIFIKASI  LINGKUP PEKERJAAN
   Jasa Pelaksanaan Lainnya   
    PL001  Jasa Penyewaan Alat Konstruksi dan Pembongkaran Bangunan atau Pekerjaan Sipil   Lainnya dengan       operator  Jasa peminjaman dan penyewaan yang berhubungan dengan   peralatan dengan operator untuk konstruksi      atau penghancuran dan jasa operasional   yang disediakan dengan oper  
    PL002  Jasa Pelaksana Perakitan dan Pemasangan Konstruksi Prafabrikasi untuk Konstruksi Bangunan  Gedung    Pekerjaan khusus pemasangan bangunan konstruksi prafabrikasi yang langsung dilakukan di lokasi konstruksi yang bahan utamanya dari beton untuk beberapa bagian  pracetak dari bangunan gedung kecuali    pekerjaan pemasangan komponen pracetak    baja.  
    PL003                    Jasa Pelaksana Perakitan dan Pemasangan Konstruksi Prafabrikasi untuk Konstruksi Jalan dan Jembatan Serta Rel Kereta Api    Pekerjaan khusus pemasangan bangunan konstruksi prafabrikasi yang langsung dilakukan di lokasi konstruksi yang bahan utamanya dari beton untuk beberapa bagian pracetak dari konstruksi jalan, jembatan dan rel kereta api kecuali pekerjaan pemasangan komponen pracetak baja.  
    PL004  Jasa Pelaksana Perakitan dan Pemasangan Konstruksi Prafabrikasi untuk Konstruksi Prasarana Sumber Daya Air, Irigasi, Dermaga,Pelabuhan, Persungaian, Pantai serta Bangunan Pengolahan Air Bersih, Limbah dan Sampah (Insinerator)    Pekerjaan khusus pemasangan bangunan konstruksi prafabrikasi yang langsung dilakukan dilokasi konstruksi yang bahan utamanya dari beton untuk beberapa bagian pracetak dari konstruksi prasarana sumber daya air, irigasi, dermaga, pelabuhan, persungaian, pantai serta bangunan pengolahan air bersih dan limbah, kecuali pekerjaan pemasangan komponen pracetak baja  
Categories
Info Regulasi Badan Usaha

Pekerjaan Spesialis

    KODE  SUB- KLASIFIKASI   Jasa Pelaksanaan Spesialis    LINGKUP PEKERJAAN
      SP001    Pekerjaan Penyelidikan Lapangan    Pekerjaan penyelidikan lapangan bertujuan mengidentifikasi lokasi yang tepat untuk proyek konstruksidan untuk pekerjaan demarkasi, contohnya demarkasi dari suatu area lokal dimana satu atau lebih tahapan atau proses besar dari pekerjaan konstruksi sedang berjalan.    
  SP002  Pekerjaan   Pembongkaran  Pekerjaan penghancuran bangunan atau struktur lainnya seperti jalan dan jalan layang, mencakup juga penjualan material yang didapat dari hasil operasi penghancuran.  
  SP003  Pekerjaan Penyiapan dan Pematangan Tanah/Lokasi  Pekerjaan penyiapan yang bertujuan agar lahan siap untuk dipergunakan untuk pekerjaan konstruksi selanjutnya, termasuk didalamnya blasting, testdrilling, dan pekerjaan pemindahan batu-batuan.
    SP004    Pekerjaan Tanah, Galian dan Timbunan  Pekerjaan penggalian dan penimbunan, pekerjaan pemindahan tanah, grading of construction sites, trench digging.  
  KODESUB- KLASIFIKASI  LINGKUP PEKERJAAN
  SP005  Pekerjaan Persiapan Lapangan untuk Pertambangan  Pekerjaan terowongan dan pembangunan lainnya serta pekerjaan persiapan untuk properti mineral dan situsnya, kecuali untuk minyak dan gas. Contohnya pelayanan insidental konstruksi untuk pertambangan minyak dan gas  
  SP006  Pekerjaan Perancah  Pemasangan perancah bangunan dan pekerjaan dismantling.  
  SP007  Pekerjaan Pondasi, Termasuk Pemancangannya    Pekerjaan konstruksi khusus pondasi dan pekerjaan pile driving serta pekerjaan lain yang berkaitan.
  SP008  Pekerjaan Pengeboran Sumur Air Tanah Dalam.  Pekerjaan konstruksi khusus yang melibatkan pengeboran dan penggalian sumber air, instalasi dan pekerjaan perbaikan dari pompa sumur dan system pemipaan.  
  SP009  Pekerjaan Atap dan Kedap Air (waterproofing)  Pekerjaan konstruksi khusus yang melibatkan instalasi atap, guttering dan spouting, roof shingling dan pekerjaan atap metal. Pekerjaan pengecatan atap, termasuk didalamnya pekerjaan water- proofing untuk bangunan.
  SP010  Pekerjaan Beton  Pekerjaan konstruksi khusus yang melibatkan pembetonan, concrete pouring dan pekerjaan concretelainnya termasuk didalamnya aspal dan semen portland pada proyek konstruksi  
  SP011  Pekerjaan Baja dan Pemasangannya, Termasuk Pengelasan  Pekerjaan konstruksi khusus yang meliputi penekukan baja, pekerjaan konstruksi terhadap rangka baja, pekerjaan pemasangan komponen bajauntuk bangunan ataupun untuk struktur lain seperti jembatan, crane yang bekerja pada ketinggian, menara transmisi listrik serta pekerjaan reinforcing baja baik yang dibeli atau diproduksi sendiri termasuk juga pekerjaan pengelasan baja.  
  SP012  Pekerjaan Pemasangan Batu    Pekerjaan konstruksi khusus yang melibatkan pemasangan blok batu, pengesetan batu dan pekerjaan batu lainnya.    
  SP013  Pekerjaan Konstruksi Khusus Lainnya    Pekerjaan konstruksi khusus lain seperti penggalian kuburan dan perpindahan rumah  
Categories
Info Regulasi Badan Usaha Kegiatan APPAKSI

Klasifikasi Bangunan Gedung

  KODESUB- KLASIFIKASI  LINGKUP PEKERJAAN
BG001Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Hunian Tunggal dan KopelPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya  pembangunan baru, penambahan, serta peningkatan) dari bangunan perumahan yang terdiri dari satu atau dua tempat tinggal maksimum 2 lantai.
BG002Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Multi atau Banyak HunianPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan serta peningkatan) dari bangunan perumahan bertingkat tinggi yang lebih dari 2 lantai.
BG003Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Gudang dan IndustriPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari bangunan gudang dan bangunan Industri.
BG004Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan KomersialPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari bangunan dengan tujuan komersial seperti bangunan perkantoran, bangunan BANK, Garasi parkir, stasiun pengisian bahan bakar, terminal kendaraan umum serta bangunan stasiun kereta api, bangunan pusat perbelanjaan.
BG005Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Hiburan PublikPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari bangunan hiburan publik seperti bioskop, hall konser, nightclubs.
BG006Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Hotel, Restoran, dan Bangunan Serupa LainnyaPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari hotel, motel, restoran dan bangunan yang serupa lainnya.
  KODESUB- KLASIFIKASI  LINGKUP PEKERJAAN
BG007Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan PendidikanPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari bangunan pendidikan seperti sekolah, universitas, perpustakaan dan museum termasuk juga laboratorium penelitian.
BG008Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan KesehatanPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan serta pekerjaan renovasi) dari bangunan kesehatan seperti rumah sakit dan sanotarium.
BG009Jasa Pelaksana Untuk Konstruksi Bangunan Gedung LainnyaPekerjaan Pelaksanaan (termasuk didalamnya pembangunan baru, penambahan, peningkatan sertapekerjaan renovasi) dari bangunan lainnya seperti, rumah ibadah dan penjara
Categories
Info Regulasi Badan Usaha Kegiatan APPAKSI

Klasifikasi Bangunan Civil

  KODESUB- KLASIFIKASI  LINGKUP PEKERJAAN
SI002Jasa Pelaksana Konstruksi Instalasi Pengolahan Air Minum dan Air Limbah serta Bangunan Pengolahan SampahPekerjaan pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi pengolahan air minum, bangunan menara air dan reservoir air beserta bangunan pelengkap air minum lainnya, instalasi pengolahan air limbah beserta bangunan pelengkap air limbah lainnya, bangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah beserta bangunan pelengkap lainnya.
SI003Jasa Pelaksana Konstruksi Jalan Raya (kecuali Jalan Layang), Jalan, Rel Kereta Api, dan Landas Pacu BandaraPekerjaan pelaksanaan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jalan. Jalan raya (kecuali Jalan Layang) dan jalan tol termasuk juga jalan untuk pejalan kaki, rel kereta api, dan landas pacu bandara.
SI004Jasa Pelaksana Konstruksi Jembatan, Jalan Layang, Terowongan dan Subway1.      Pekerjaan pelaksanaan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jembatan dan jalan layang; dan 2.      Pelaksanaan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan pembangunan terowongaan di bawah permukaan air, di bukit atau pegunungan dan di bawah permukaan tanah.
SI005Jasa Pelaksana Konstruksi Perpipaan Air Minum Jarak JauhPekerjaan pelaksana instalasi, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jaringan pipa untuk distribusi air bersih jarak jauh antar pulau dan/atau bawah permukaan laut
SI006Jasa Pelaksana Konstruksi Perpiaan Air Limbah Jarak JauhPekerjaan pelaksana instalasi, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jaringan pipa untuk distribusi air limbah jarak jauh antar pulau dan/atau bawah permukaan laut
SI007Jasa Pelaksana Konstruksi Perpiaan Minyak dan Gas Jarak JauhPekerjaan pelaksana instalasi, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan pipa jaringan untuk distribusi minyak dan gas jarak jauh antar pulau dan/atau bawah permukaan laut
SI008Jasa Pelaksana Konstruksi Perpiaan Air Minum LokalPekerjaan pelaksana instalasi, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jaringan pipa untuk distribusi air minum yang bersifat lokal dan untuk jarak yang dekat
SI009Jasa Pelaksana Konstruksi Perpiaan Air Limbah LokalPekerjaan pelaksana instalasi, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jaringan pipa untuk distribusi air limbah yang bersifat lokal dan untuk jarak yang dekat
SI010Jasa Pelaksana Konstruksi Perpiaan Minyak dan Gas LokalPekerjaan pelaksana instalasi, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jaringan pipa untuk distribusi air minyak dan gas yang bersifat lokal dan untuk jarak yang dekat
SI011Jasa Pelaksana Pekerjaan Bangunan Stadion untuk Olah Raga outdoorPekerjaan pelaksana untuk konstruksi stadion dan olah raga lapangan yang biasanya dimainkan di tempat terbuka (open air) seperti sepakboola, baseball, rugby, lintasan balap mobil dan motor serta lintasan pacu kuda
SI012Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Fasilitas Olah Raga Indoor dan Fasilitas RekreasiPekerjaan pelaksana untuk olahraga lainnya serta instalasi fasilitas rekreasi, olah raga yang dimaksud lebih banyak merupakan olah raga indoor  yang membutuhkan ruang yang lebih kecil untuk penonton seperti lapangann basket, hockey, lapangan tenis, hall senam, dan ring tinju dan fasilitas taman rekreasi.
Categories
Info Regulasi Badan Usaha

PKB & BBN KB

Pajak Kendaraa Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terhadap Alat-alat Berat (A2B) adalah tidak sesuai karena alat-alat berat tersebut sebagai bagian dari alat produksi.”

Dunia usaha harus memikul beban yang pas, sewajarnya tak lebih dan tak kurang.

Alat produksi yang disamakan dengan alat angkut kendaraan bermotor ini melebihi kewajaran sehingga merupakan pembebanan yang tak sewajarnya,”

Permasalahan dimasukkannya A2B dalam kategori kendaraan bermotor muncul saat ini ketika adanya PP no 65 tahun 2001 sebagai pelaksana dari UU Nomor 34/2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dalam PP Nomor 65/2001 tersebut, Alat-alat Berat (A2B) dikategorikan sebagai kendaraan bermotor yang dikenakan pajak (PKB-A2B/BBNKB-A2B).

Atas keluarnya PP 65/2001 tersebut beberapa daerah mengeluarkan perda soal ini.

Namun, pungutan pajak kendaraan bermotor terhadap A2B ini belum efektif karena pelaku usaha melakukan uji materi (judicial review) terhadap PP 65/2001 tersebut ke Mahkamah Agung.Dan MA akhirnya menerbitkan fatwa yang menyarankan PP tersebut dibatalkan.“Para pengusaha sebenarnya tidak keberatan jika dilakukan pungutan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sepanjang peraturan yang rasional dan payung hukum yang jelas.
Sementara, menurut Pengguna dan Pemilik Alat Berat, dimasukkannya A2B sebagai kendaraan bermotor, tidak hanya sektor pertambangan atau jasa pertambangan saja yang akan terkena dampaknya. Karena, hal itu juga akan berlaku untuk alat-alat berat ini digunakan di sektor pertanian. Hanya saja, perlu dipertanyakan sampai saat ini belum ada kriteria yang jelas mengenai pengkategorian alat-alat berat/alat besar. cara menentukannya.